Paket Super Murah Umroh September - November 2019


Keutamaan Umroh

Perjalanan umroh ke tanah suci merupakan impian kita semua. Bagaimana tidak, ada banyak keutamaan yang bisa diperoleh dengan beribadah umroh. Ibadah umroh dapat menghapuskan dosa-dosa diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu'anhu , Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda, "Ibadah umrah ke ibadah umrah selanjutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) surga sana" (HR Bukhari dan Muslim).
Sebagian keutamaan umroh yang lain adalah melancarkan rezeki. Sebagaimana diriwayatkan hearts hadits berikut “Ikutkanlah umrah ditunjukan kepada haji, KARENA keduanya menghilangkan Kemiskinan Dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat PADA besi, emas, perak Dan. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga. ”(HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani).
Jumlah biaya yang diperlukan untuk perjalanan tidak menjadi alasan bagi kita untuk menundanya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan penggantinya. Dan tiada sebaik pemberi penghargaan kecuali Dia. Demikian pula dengan keutamaan-keutamaan umroh lainnya seperti diupah shalat suci di dua masjid suci, meraih keberkahan, ketenangan hidup dll. Selayaknya kita mulai sekarang berazam untuk segera berangkat umroh.
Di antara waktu-waktu untuk melakukan umroh, Anda dapat memilih bebas di bulan September sampai November 2019. Perlu di bulan ini, jamaah umroh di Mekkah dan Madinah mulai berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Demikianlah harga wajar di bulan ini. Tingkatkan harga naik hotel dan tiket pesawat. Namun, jangan khawatir, kenyamanan dan Anda tidak akan perlu untuk terus berurusan dengan pemerintah Saudi dan komitmen ArRosyid untuk selalu memberikan pelayanan terbaik.
Jika Anda berminat umroh di bulan September sampai November  2019 bersama Sutra Tour Hidayah Cabang Madiun

Fasilitas yang Diperoleh

Durasi umroh 9 hari bermalam di Madinah 4 hari, di Mekkah 3 hari dan 2 hari perjalanan pulang pergi Indonesia-Arab Saudi. Lihat itinerary kami di sini.
Hotel Saif Taibah (Mekkah) dan Roudhah (Madinah) atau hotel bintang 3/4 lain yang setaraf.
Gunakan maskapai penerbangan  Lion Air via Jeddah atau Royal Brunai. 
Layanan penuh . Pelayanan penuh dari kami. Didampingi oleh Tim Tour Leader dan Tour Guide ( Muthowif ) dari Sutra Tour Hidayah. Disertai juga pelayanan penanganan kargo di semua bandara yang dikunjungi.
Perlengkapan umroh lengkap. Cek di sini.

Hubungi Kami Jika Anda sudah mampu & berminat melaksanakan ibadah Umroh.In syaa Alloh kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda

Hp Anam: 085322226200.
Semoga Ibadah Anda semua di redhai Alloh aamiin.

Share:

Selamat Datang Para Tamu Allah

Sebentar lagi jamaah haji Indonesia akan pulang ke tanah air atau bahkan ada yang sudah pulang ke Tanah Air. Setelah sekian hari mengerjakan Rangkaian ibadah Haji, tentu mereka berharap agar hajinya diterima Allah SWT. Supaya haji diterima, para jemaah haji diharapkan menjalankan ibadah haji sesuai dengan aturannya dan mewujudkan substansinya dalam laku keseharian. Orang yang dapat melakukan ini disebut haji mabrur.

Sebuah hadits riwayat Ahmad menyebutkan, “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” Sebagai tambahan, Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah RA yang pernah mendengar Nabi berkata, “Orang yang beribadah haji dan tidak melakukan perbuatan keji dan fasik, maka ia seperti seorang bayi yang baru lahir.” Itulah keistimewan yang diberikan Allah SWT kepada orang yang beribadah haji dengan baik d…

Haji adalah Rukun Islam yang kelima dan dikatakan juga sebagai rukun yang terakhir. Diantara kelima-lima rukun Islamt, ibadah haji ini agak luar biasa. Ia dikatakan semikian kerana untuk melakukannya seseorang itu mesti berkunjung ke Mekah Al Mukarramah di Arab Saudi. Disamping itu ia dikerjakan cuma sekali setahun yaitu pada bulan haji (Zulhijjah) dan diwajibkan keatas umat Islam yang mampu sekali seumur hidup. Kewajipan ke atas umat Islam untuk mengerjakan haji ini adalah berdasarkan firman Allah :

"Mengerjakan haji adalah kewajipan manusia terhadap Allah yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajipan haji maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari alam semesta." (Ali Imran 97)

Allah menjanjikan bahawa orang yang mengerjakan haji akan dapat menyaksikan keuntungan-keuntungan iaitu himah-hikmah yang boleh diperolehi disebalik ibadah haji itu. Di antara hikmah-hikmah haji ialah:

1. Menjadi  tetamu Allah- Ka'bah atau Baitullah itu dikatakan juga sebagai 'Rumah Allah'. Walau bagaimana pun haruslah difahami bahawa bukanlah Allah itu bertempat atau tinggal disitu. Sesungguhnya Allah itu ada dimana mana. Ia dikatakan sebagai 'Rumah Allah' kerana mengambil apa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. oleh yang demikian orang yang mengerjakan haji adalah merupakan tetamu istimewa Allah. Dan sudah menjadi kebiasaan setiap tetamu mendapat layanan yang istimewa dari tuan rumah. Rasulullah bersabda: "Orang yang mengerjakan haji dan orang yang mengerjakan umrah adalah tetamu Allah Azza wa jalla dan para pengunjung-Nya. Jika mereka meminta kepada-Nya nescaya diberi-Nya. Jika mereka meminta ampun nescaya diterima-Nya doa mereka. Dan jika mereka meminta syafaat nescaya mereka diberi syafaat." (Ibnu Majah)

2. Mendapat Tarbiyah langsung daripada Allah - Di kalangan mereka yang pernah mengerjakan haji, mereka mengatakan bahawa Ibadah Haji adalah kemuncak ujian daripada Allah s.w.t. Ini disebabkan jumlah orang yang sama-sama mengerjakan ibadah tersebut adalah terlalu ramai hingga menjangkau angka jutaan orang. Rasulullah bersabda: "Bahwa Allah Azza wa jalla telah menjanjikan akan 'Rumah' ini, akan berhaji kepadanya tiap-tiap tahun enam ratus ribu. Jika kurang nescaya dicukupkan mereka oleh Allah dari para malaikat." Sabda Rasulullah laga, "Dari umrah pertama hingga umrah yang kedua menjadi penebus dosa yang terjadi diantara keduanya,sedangkan haji yang mabrur (haji yang terima) itu tidak ada balasannya kecuali syurga." (Bukhari dan Muslim)

3. Membersihkan dosa - Mengerjakan Ibadah Haji merupakan kesempatan untuk bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Terdapat beberapa tempat dalam mengerjakan ibadah haji itu merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa dan bertaubat. Malah ibadah haji itu sendiri jika dikerjakan dengan sempurna tidak dicampuri dengan perbuatan-perbuatan keji maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya sehingga ia suci bersih seperti baru lahir ke dunia ini. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang melakukan Ibadah Haji ke Baitullah dengan tidak mengucapkan perkataan keji, tidak berbuat fasik, dia akan kembali ke negerinya dengan fitrah jiwanya yang suci ibarat bayi baru lahir daripada perut ibunya." (Bukhari Muslim)

4. Memperteguhkan iman - Ibadah Haji secara tidak langsung telah menghimpunkan manusia Islam dari seluruh pelusuk dunia. Mereka terdiri dari berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa pertuturan. Hal ini membuka pandangan dan fikiran tentang kebenaran Al-Quran yang diterangkan semua dengan jelas dan nyata. Firman -Nya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal." (Al-Hujurat 13) "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan bahasamu dan warna kulitmu." (Ar-Rumm 22)

5. Iktibar daripada peristiwa orang-orang soleh - Tanah suci Mekah adalah merupakan lembah yang menyimpan banyak rentetan peristiwa-peristiwa bersejarah. Diantaranya sejarah nabi-nabi dan rasul, para sahabat Rasulullah,para tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus soleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya peristiwa tersebut boleh diambil iktibar atau pengajaran untuk membangun jiwa seseorang. Rasulullah bersabda: "Sahabat-sahabatku itu laksana bintang-bintang dilangit, jika kamu mengikut sahabat-sahabatku niscaya kamu akan mendapat petunjuk." Di antara peristiwa yang terjadi ialah:

Pertemuan di antara Nabi Adam a.s. dengan Siti Hawa di Padang Arafah.

Siti Hajar dan Nabi Ismail ditinggalkan di tengah padang pasir yg kering kontang di antara Bukit Safa dan Marwah.

Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih Nabi Ismail sebagi menurut perintah Allah.

Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim mendirikan Kaabah.

Lahirnya seorang anak yatim yang miskin dan serba kekurangan. Tidak tahu membaca dan menulis tetapi mempunyai akhlak yang terpuji hingga mendapat gelaran 'Al-Amin.

Medan Badar dan Uhud sewajarnya mengingati seseorang kepada kegigihan Rasulullah dan para sahabat menegakkan agama Allah.

6. Merasa bayangan Padang Mahsyar - Bagi orang yang belum mengerjakan haji tentunya belum pernah melihat dan mengikuti perhimpunan ratusan ribu manusia yang berkeadaan sama tiada beza. Itu semua dapat dirasai ketika mengerjakan haji. Perhimpunan di Padang Arafah menghilangkan status dan perbezaan hidup manusia sehingga tidak dapat kenal siapa kaya, hartawan, rakyat biasa, raja atau sebagainya. Semua mereka sama dengan memakai pakaian seledang kain putih tanpa jahit. Firman Allah s.w.t: "Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah siapa yang paling taqwa." (Al-Hujurat-13)

7. Syiar perpaduan umat Islam - Ibadah Haji adalah merupakan syiar perpaduan umat Islam. Ini kerana mereka yang pergi ke Tanah Suci Makkah itu hanya mempunyai satu tujuan dan matlamat iaitu menunaikan perintah Allah atau kewajipan Rukun Islam yang kelima. Dalam memenuhi tujuan tersebut mereka melakukan perbuatan yang sama,memakai pakaian yang sama, mengikut tertib yang sama malah boleh dikatakan semuanya sama. Ini menggambarkan perpaduan dan satu hati umat Islam. Dan gambaran inilah yang semestinya diamalkan dalam kehidupan seharian umat Islam apabila mereka kembali ke negara asal masing-masing.

Kami Ucapkan Selamat Datang para Jama'ah Haji dari Tanah Suci Semoga Hajinya Mabrur dan Menjadi Keberkahan tersendiri untuk Negeri ini untuk Indonesia yang lebi Baik....
Share:

Jabal Rahmah, Saksi Bisu Kisah Cinta Adam dan Hawa




Adam dan Hawa kembali bertemu di bukit ini setelah diusir oleh Allah gegara memakan buah Khuldi. Menurut ulama, Adam diturunkan di India sementara Hawa di Irak. Sekian tahun saling merindu dan saling mencari, akhirnya Allah izinkan mereka bertemu.

Bukit yang tidak seberapa tinggi ini terletak di timur Kota Makkah. Tiap taun dikunjungi oleh jutaan jamaah umroh dan haji. Pengen ke sini? Yuk berdo'a bersama-sama.

#AyoUmroh #Umroh #Haji

Sutra Tour Hidayah Cabang Madiun
Sahabat Setia Perjalanan Umroh & Haji Anda
Call 0853 2222 6 200
Share:

MENGENAL ARAFAH, MINA dan MUZDHALIFAH


Arafah, Mina dan Muzdhalifah adalah tempat wajib bagi jamaah haji. Di tempat-tempat suci itulah kalimat-kalimat Talbiyah dan thayibbah terus digelorakan hingga menembus langit. Gelora Arafah, Muzlifah dan Mina semata-mata untuk mengharapkan Keridhaan-Nya dan menjadi haji yang mabrur. Berikut ini penjelasan tentang Arafah, Mina dan Muzdhalifah.

ARAFAH adalah daerah terbuka dan luas di sebelah timur luar kota suci umat Islam di Mekkah, Arab Saudi. Di padang yang luas ini, pada satu hari (siang hari) tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah berkumpullah Jutaan umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan Puncak ibadah haji, yakni ibadah Wukuf.

Arafah selalu menggetarkan hati. Tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jamaah haji serentak wukuf di Padang Arafah, adalah saat ketika air mata tak bisa ditahankan. Inilah momentum yang ditunggu oleh seluruh jamaah haji. Bahkan mereka yang sakit pun harus ditandu agar bisa berada di Padang Arafah untuk melakukan wukuf.

Arafah memang bukan sekadar formalitas atau tanda sahnya ibadah haji seseorang. Arafah itu sarat pesan dan perenungan. Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar. Mahsyar adalah sebuah hari di mana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya. Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya.

Ada beberapa tempat utama di Arafah yang selalu dijadikan kunjungan jamaah haji, yaitu Jabal Rahmah, sebuah tugu peringatan yang didirikan untuk mengenang tempat bertemunya nenek moyang manusia Nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, dan Masjid Namira.

MINA, Kota Tenda
Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah Timur kota Makkah, Arab Saudi. Ia terletak di antara Makkah dan Muzdalifah. Mina mendapat julukan kota tenda, karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji dari seluruh dunia. Meski musim haji tidak berlangsung, tenda-tenda itu tetap berdiri. Mina paling dikenal sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jumrah dalam ibadah haji

Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam sehingga dapat melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah.

Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumrah. Tempat atau lokasi melempar jumrah ada 3 yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula. Di Mina jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) yaitu malam tanggal 11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.

Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihan binatang kurban. Di Mina ada masjid Khaif, merupakan masjid di mana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah haji.

Jamaah Haji Wajib Bermalam di Muzdhalifah

Muzdhalifah, sebuah daerah terbuka di antara Makkah dan Mina di Arab Saudi yang merupakan tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah. Muzdhalifah terletak di antara Ma’zamain (dua jalan yang memisahkan dua gunung yang saling berhadapan) Arafah dan lembah Muhassir.

Luas Muzdhalifah adalah sekitar 12,25 km², di sana terdapat rambu-rambu pembatas yang menentukan batas awal dan akhir Muzdalifah.

Jamaah haji setelah melaksanakan wukuf di Arafah bergerak menuju Muzdhalifah saat setelah terbenamnya matahari (waktu Maghrib). Di Muzdhalifah jamaah haji melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara digabungkan dan disingkat (jamak-qashar) dan bermalam di sana hingga waktu fajar. Di Muzdhalifah jamaah haji mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah.

Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib dalam haji. Maka siapa saja yang meninggalkannya diharuskan untuk membayar dam. Dianjurkan untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bermalam hingga memasuki waktu shalat Subuh, kemudian berhenti hingga fajar menguning.

Namun bagi orang-orang yang lemah, seperti kaum wanita, orang-orang tua dan yang seperti mereka, boleh meninggalkan Muzdalifah setelah lewat tengah malam. Setelah shalat Subuh, jamaah haji berangkat menuju ke Mina.

لبيك اللهم لبيك لبيك لاشريك لك لبيك
اللهم ارزقنا الحج و زياره بيتك و وقفه عرفات
واغفر لنا ذنوبنا جميعا ...... يـــــارب 👐❤
نحن وكل من يكتب آمين

Informasi & pendaftaran haji tanpa antrian
Hubungi :
Telp. /WA: 0853 2222 6 200

www.madiunumroh.com
www.madiunumroh.blogspot.com
Share:

Renungan Menjelang Hari Arafah...


Hari ini, jumat mubarak, hari tarwiyah.
Berjuta2 kaum muslimin dr berbagai penjuru dunia bersiap-siap bergerak bersama menuju padang Arafah, utk esok hari melaksanakan puncak prosesi ibadah Haji...! ‎

Haji adalah Arafah... ‎!

Arafah adalah Hari Perenungan...
Sebuah perenungan tentang Sang Khalik...
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan...

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar...

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar haq dan batil dalam dirinya...

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya...

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah...
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka...

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan...
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta...

Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia...

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar,
hingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan...

Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar... ‎

Mereka adalah pemimpin yang amanah dan adil...

Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid...

Manusia yang saling mencintai karena Allah...

Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya...

Manusia yang menolak perbuatan keji karena takut akan Tuhannya...

Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya...

Selamat Hari Arafah saudara-riku tercinta...

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita...

Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati di setiap langkah kaki di bumi ini...

Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita...

Mengganti tangisan kita dengan senyuman...

Luka derita dengan kebahagiaan...

Kesempitan rezeki dengan kelapangan...

Kesesatan dengan petunjuk...

Penyakit dengan kesehatan...

Kesulitan dengan kemudahan...‎

Dan keputusasaan dengan harapan...

Ya Allah... tidak ada henti air mata ini mengalir memohon kasih dan cintaMu...

Aamiin yaa mujiibassaailiin...

Share:

PUASA AROFAH

Salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124).

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yang penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa disampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik. “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih). “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).

Semoga Allah beri hidayah pada kita untuk terus beramal sholih.

www.madiunumroh.com
www.madiunumroh.blogspot.com
Share:

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzuhijjah

Umat muslim disarankan untuk melakukan berbagai amal baik di bulan Dzulhijjah, karena pahalanya akan dilipat gandakan. Amalan-amalan yang bisa dilakukan antara lain:
• Memperbanyak doa
• Memperbanyak zikir
• Memperbanyak takbir dan menyebut nama Allah Melantunkan shalawat kepada para Nabi dan Rasul.
• Naik haji (bagi yang mampu)
• Menyembelih hewan kurban saat Idul Adha dan dibagikan kepada yang membutuhkan
• Mendirikan salat sunnah, terutama salat taubat
Bagi yang mampu secara fisik maupun ekonomi, tunaikanlah Rukun Islam ke lima yakni naik haji. Jangan lupa untuk menunaikan umrah dan melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah, terutama di hari Arafah.
Sembelihlah hewan kurban dan bagikan dagingnya ke orang-orang sekitar yang membutuhkan di hari raya Idul Adha dan 3 hari tasryik.
Dirikanlah salat sunnah terutama salat taubat dan mintalah ampun ke yang Maha Kuasa. Perbanyak melakukan amal dan urungkan niat untuk memotong kuku serta rambut bagi Anda yang berniat kurban.
Rasullah bersabda, "Jika kamu melihat hilal bulan Dzuhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya," (HR. Muslim dan lainnya)
".... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan..." (QS. AL-Baqarah, 196).

Demikian keutamaan melaksanakan puasa bulan Dzulhijjah dan amalan-amalan yang bisa dilakukan selama bulan tersebut.



Share:

Do'a untuk dimudahkan dan disampikan ke Tanah Suci

Salah satu do'a yang bisa di amalkan, (kalau bisa setiap selesai shalat) supaya kita dapat berziarah ke Mekkah dan Madinah berkali-kali, insya Allah اَللهم يَسِّرْلَنَا زِيَارَةَ مَكَّةَ وَمَدِيْنَةَ بِغَيْرِ كَدٍّ وَلَا مَشَقَّةٍ مَعَ السَّلَامَةِ وَاْلبَرَكَةِ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ مِرَارًا يَا اَللهُ مَرَّةَ بَعْدَ مَرَّاتٍ يَا اَللهُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
ALLOOHUMMA YASSIRLANAA ZIYAAROTA MAKKATA WA MADIINATA BIGHOIRI KADDIN WALAA MASYAQQOTIN MA'AS SALAAMATI WAL BAROKATI WA BULUUGHIL MAROOMI MIROORON YAA ALLOOH MARROTA BA'DA MARROOTIN YAA ALLOOH BIROCHMATIKA YAA ARCHAMAR ROOCHIMIIN

"Ya Allah, mudahkanlah kami untuk dapat ziarah ke Mekkah dan Madinah, tanpa susah payah dan kesualitan dengan selamat dan barokah, dan terpenuhi cita-cita, berulang-ulang ya Allah, berkali- kali ya Allah, berkat rahmat-Mu Wahai Dzat Yang Maha Pengasih"

#Umrohaman
#Pergiumroh
#Umrohberizin
#Umrohhemat
#Umrohaman
Share:

Featured post

Visualisasi Mimpi ke Baitullah..

Visualisasi Mimpi ke Baitullah.. Munculkan rasa rindu kita terhadap Baitullah, dan biarkan rasa rindu itu yang mengantarkan kita mendekat...

Popular Posts

Label

PROMO

Total Pageviews